Jumat, 04 Januari 2013

suplemen dan kebugaran


 
PERKEMBANGAN MUTAKHIR GIZI DAN KEBUGARAN
“SUPLEMEN DAN KEBUGARAN”
A.    PENDAHULUAN
Kebugaran merupakan suatu keadaan dimana tubuh selalu mempunyai energy untuk melakukan aktifitas fisik secara optimal. Setiap selesai melakukan kegiatan maka tubuh selalu mempunyai cadangan energy untuk melakukan kegiatan berikutnya tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran merupakan dasar untuk membangun tubuh yang sehat, dan tubuh yang sehat akan lebih produktif dan dapat terhindar dari berbagai macam penyakit serta waktu datangnya penyakit degeneratif lebih lama. ( Eko Dwi Martini, 2011)
Siapa yang tidak ingin punya tubuh bugar. dengan seabrek pekerjaan ditambah kegiatan di luar kantor, diperlukan tubuh yang tidak hanya sehat tapi juga bugar. Bugar diartikan bisa melakukan berbagai aktivitas tanpa kelelahan berarti,  orang yang sibuk, terutama yang hidup di kota besar, biasanya pola makannya tidak teratur. ( Eko Dwi Martini, 2011)
Banyak yang mengartikan kebugaran sebagai aktivitas fisik,bertubuh ramping, berotot, dan bebas dari segala penyakit. Sesung­guhnya kebugaran lebih merujuk pada setiap aspek kesehatan fisik, emosi, maupun mental yang satu sama lain saling berkaitan.( Eko Dwi Martini, 2011)
Sese­orang dikatakan bugar bila ia memiliki:
1.      Stamina dan pandangan positif dalam mengatasi tantangan mental dan perubahan emosi sehari-hari.
2.      Berisiko rendah terkena berbagai masalah kesehatan, ter­masuk seperti penyakit jantung,kanker dan diabetes.
3.      Memiliki kesempatan untuk selalu tampil sehat.
4.      Memiliki kekuatan fisik untuk mempertahankan dan melin­dungi diri dalam keadaan darurat.
5.      Memiliki kesempatan lebih dalam meningkatkan kualitas hidup serta harapan berusia panjang.
Jika telat makan, tubuh akan kurang pasokan energi atau bahan bakar. Akibatnya cadangan energi tubuh dibongkar , bila cadangan energi selalu dibongkar akan timbul kelelahan yang lebih cepat, lebih berat, dan berkepanjangan. Jika tubuh bugar kalaupun mengalami kelelahan akan cepat pulih. Agar seseorang bugar diperlukan makan sehat yang mengandung energi serta zat gizi. Sumber energi dan zat gizi Ini akan membentuk sel-sel tubuh, misalnya, sel darah merah sehingga kondisi tubuh prima. Sel otak juga akan berfungsi baik, dimana seseorang bisa berpikir, belajar, mengingat, dan berkonsentrasi (Eko Dwi Martini, 2011).
Namun sebagian besar masyarakat berasumsi bahwa untuk mendapatkan kebugaran yang optimal, mereka biasanya mengkonsumsi suplemen seperti minuman berenergi, vitamin B, C, dan E dosis tinggi. Sebenarnya zat gizi tersebut banyak terdapat dalam buah sayur dan makanan lainnya, namun mereka kadang tidak dapat atau tidak mau mengkonsumsinya dengan berbagai alasan.
Suplemen makanan menjanjikan manfaat untuk menjaga vitalitas tubuh. Namun, kini banyak produsen yang mengklaim produknya secara salah memiliki khasiat untuk “mengobati”. Sejak awal, nutraceutical boleh dijual bebas tetapi tidak boleh mencantumkan label “memiliki khasiat menyembuhkan penyakit” (baik preventif maupun kuratif) sehingga khasiatnya tidak perlu dibuktikan melalui uji klinis.
Kesibukan hidup di kota besar juga sering kali membuat warganya tidak sempat lagi menjaga kesehatannya dengan cara-cara seperti berolahraga, tidur cukup, dan makan makanan seimbang. Sebagai gantinya, cara lebih praktis pun diambil, misalnya, dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.

1.       
B.     PERKEMBANGAN PRODUK SUPLEMEN
Suplemen kesehatan adalah produk kesehatan yang mengandung satu atau lebih zat yang bersifat nutrisi atau obat, yang bersifat nutrisi termasuk vitamin, mineral, dan asamasam amino, sedangkan yang bersifat menyembuhkan umumnya diambil dari tanaman atau jaringan tubuh hewan yang memiliki khasiat meyembuhkan.
Pada umumnya, suplemen makanan kesehatan berasal dari bahan-bahan alami tanpa tercampur bahan kimia sintetik (murni alami) dan merupakan sari pati (ekstrak) bahan makanan. Kemudian berkembang produk food supplement dengan dosis tinggi (lebih tepat dikatakan “porsi tinggi”) atau yang mengandung herbal tertentu untuk membantu penyembuhan. Dari segi fungsinya, banyak produk suplemen makanan tersebut tidak lagi sebagai pelengkap asupan nutrisi tetapi sudah meningkat menjadi pendamping obat.
Di Indonesia, suplemen makanan sehat dimasukkan ke dalam kategori “makanan” atau didaftar sebagai “obat tradisional produk-produk makanan tambahan”, sesuai dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (sekarang BPOM) No. HK 00.063.02360, semula dikenal sebagai produk yang digunakan untuk melengkapi makanan. Produk tersebut mengandung satu atau lebih bahan nutrisi tertentu, yaitu vitamin, mineral, ekstrak herba, dan asam amino untuk mencapai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Kebutuhan pemakaian suplemen berkembang dengan semakin disadari bahwa banyak keluhan kesehatan terjadi karena terganggunya keseimbangan fungsi tubuh. Akibatnya mudah terjadi infeksi, alergi, dan gangguan lain yang akhirnya muncul sebagai gejala penyakit. Pada awalnya penggunaan suplemen masih terbatas untuk mengembalikan fungsi metabolik di mana seluruh proses tersebut dikendalikan oleh enzim sebagai katalis reaksi kimia tubuh yang membuat selsel bekerja secara optimal. Umumnya, enzim terdiri atas protein khusus yang dinamakan apoenzim, dan memerlukan suatu kofaktor tertentu yang biasanya adalah suatu vitamin atau mineral. Karena itu, pada konsep mikronutrien yang konvensional (vitamin dan mineral) disebut sebagai bahan esensial yang dibutuhkan tubuh. Jika dari makanan saja tidak cukup, maka untuk memenuhi kekurangannya bisa ditambah dari suplemen makanan.
Dalam perkembangannya penggunaan vitamin dalam dosis tinggi dimaksudkan untuk mengatasi radang dan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Disarankan vitamin C dosis 1.000 mg (yang biasanya untuk suplemen harian cukup 60mg) untuk meningkatkan sistem imun dalam mengatasi infeksi ringan (misalnya, flu atau saluran pernapasan bagian atas). Kemudian vitamin A dengan dosis 25.000 IU (International Unit) untuk meningkatkan kekuatan dan kandungan kolagen dalam usaha mempercepat penyembuhan luka. Berikutnya, penggunaan suplemen tidak lagi terbatas pada vitamin dan mineral saja karena untuk mengembalikan kesegaran tubuh semakin banyak digunakan herbal tertentu, misalnya ginseng, sebagai bagian dari komposisi produk.
Seiring dengan kampanye kembali ke alam (back to nature), dari berbagai penelitian ternyata ditemukan begitu banyak bahan nutrisi penting lainnya yang dapat membantu penyembuhan. Penambahan flavonoid (suatu substansi mirip vitamin) dari daun Ginkgo biloba, misalnya, dapat meningkatkan efektivitas pengobatan infeksi berat. Karena itu, sekarang batasan suplemen nutrisi semakin melebar sampai mencakup zatzat nutrisi dan penyembuh yang terdapat pada herbal dan bahan obat alami lainnya. Bila disebutkan "suplemen", maka kita menjumpai produkproduk untuk membantu mengoptimalkan fungsi metabolik, sistem imunitas, detoksifikasi, meredakan radang (inflamatorik), dan menyeimbangkan sistem hormonal dan endokrin.
Dalam pengobatan konvensional, yang dimaksud dengan suplemen adalah termasuk bahan pelengkap metabolism untuk menghambat nafsu makan (anoreksigenikum), obat untuk menurunkan lemak dan kolesterol (antilipidemikum), obat untuk memperbaiki status gizi (dietikum), penyegar tubuh (tonikum), pembangkit tenaga/semangat, dan obat untuk memperbaiki sistem metabolik organ tertentu.
Sementara dari segi pengelompokannya, yang termasuk suplemen adalah vitamin, mineral, asam amino, enzim, hormon, antioksidan, herba, dan probiotik. Ada dalam bentuk sediaan tunggal atau kombinasi untuk mendapatkan efek penyembuhan tertentu.

Vitamin
Vitamin membantu metabolisme tubuh dan produksi energi. Vitamin terdiri atas 13 jenis yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok vitamin tidak larut air (A, D, E, dan K) dan vitamin larut air (B kompleks, asam folat, biotin, dan C).
Mineral
Mineral adalah nutrien mikro yang sangat dibutuhkan tubuh terutama untuk proses metabolisme. Sekurangkurangnya, ada 22 jenis mineral bagi kelangsungan hidup manusia.
Mineral dikelompokkan dalam 2 kategori. yaitu mayor dan minor berdasarkan tingkat asupannya (bukan berdasarkan kebutuhannya). Jika mineral diperlukan dalam tingkat asupan lebih besar dari 100 mg per hari, maka dimasukkan ke dalam kelompok mineral mayor. Termasuk mineral mayor adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium, klorida, magnesium, dan sulfur, sedangkan yang termasuk mineral minor atau trace mineral adalah boron, kromium, kobalt, copper, fluoride iodin, besi, mangan, molybdenum, selenium, silikon, vanadium, dan seng.

Enzim
Enzim membantu proses metabolisme di dalam tubuh. Enzim banyak terdapat pada makanan segar karena enzim sangat peka terhadap panas dan akan rusak dalam proses pemasakan dan pasteurisasi. Enzim berperan penting bagi kehidupan dengan cara menjalankan seluruh metabolisme tubuh. Kita tidak dapat mencerna atau menyerap makanan dan kita pun bisa mati jika tidak ada enzim dalam tubuh. Enzim adalah biokatalisator spesifik yang bergabung dengan koenzim (vitamin dan mineral) yang menjalankan roda kehidupan melalui metabolisme agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Pada umumnya kita sudah mengetahui kegunaan vitamin dan mineral bagi tubuh, akan tetapi kemungkinan besar Anda tidak menyadari bahwa vitamin tidak akan diaktifkan dalam tubuh sebelum bergabung dengan enzim. Suatu enzim bekerja dengan beberapa cara yang spesifik dalam tubuh, yakni dalam bentuk mencerna makanan, memecah toksin, membersihkan darah, memperkuat sistem imun, membentuk protein menjadi otot, menghilangkan karbon dioksida dari paruparu, mengurangi stress dalam pankreas dan organ vital lain.




Asam Amino
Asam amino bisa didefinisikan sebagai kumpulan besar satuan organik, yang mewakili produk akhir dari mata rantai protein. Semua protein dari asam amino.
Tidak ada kehidupan tanpa protein. Pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi semuanya bergantung pada protein, dan protein tergantung pada tersedianya asam amino dalam jumlah yang tepat. Pada waktu tubuh menerima protein, protein tersebut harus dipecah dulu menjadi asam amino, dan barulah bisa diserap tubuh. Proses ini terjadi di dalam usus halus. Dari situ, fragmen atau pecahanpecahan protein dibawa aliran darah ke hati, kemudian disimpan untuk cadangan. Ketika dibutuhkan oleh tubuh, fragmen tersebut akhirnya menggabung kembali menjadi tipe protein yang dibutuhkan oleh setiap jenis sel yang khusus.Semua asam amino terdiri atas satu atom karbon, satu kelompok amino (yang mengandung nitrogen), dan satu kelompok karboksil. Tumbuhtumbuhan mensintesis Asam Amino dari 3 sumber, yakni
·         Lahan tempat tumbuh yang mensuplai nitrogen dan sulfur yang dibutuhkan,
·         Air yang memberikan oksigen dan hidrogen, dan
·         Karbon dioksida dari atmosfer yang memberikan karbon dan oksigen.
Dengan bantuan bakteribakteri yang mensintesis jamur, dan tumbuhtumbuhan menyatukan semua elemen tersebut menjadi asam amino. Binatang tidak bisa mensintesis asam amino dari elemenelemen dasar tersebut. Mereka mendapatkan dari asupan asal tumbuhtumbuhan. Dengan demikian sumber utama untuk protein (termasuk disini daging dan ikan), adalah dari sayursayuran.
Defisiensi asam amino mungkin dikarenakan malnutrisi protein. Defisiensi ini pada umumnya diasosiasikan dengan pola makan yang kurang baik, pencernaan yang terganggu atau masalah penyerapan makanan, kondisi stress, trauma, infeksi, penggunaan obatobatan, defisiensi nutrien yang lain seperti vitamin dan mineral, dan disfungsi yang berkaitan dengan proses penuaan.
Karena asam amino berperan demikian besar dalam struktur, dan fungsi tubuh, serta untuk mempertahankan kesehatan dan melawan penyakit, perlu adanya cara pengujian untuk mengevaluasi kehadirannya dalam tubuh. Pada tahuntahun terakhir ini telah banyak dilakukan penelitian ilmiah. Prosedur pengujian telah mengindikasikan tidak hanya status nutrisional dan metabolik sang pasien, tetapi juga efek dari faktorfaktor seperti stress, trauma, dan penggunaan obatobatan. Kondisi defisiensi asam amino sebagai akibat dari halhal tersebut di atas bisa diperbaiki dengan suplementasi asam amino yang tepat.

Hormon
Hormon adalah suatu zat kimia yang diproduksi tubuh secara spesifik dan berperan mengatur berbagai proses fisiologis tubuh yang menentukan siapa kita, dimulai dari pertumbuhan, reproduksi metabolisme yang membuat kita tetap hidup. Hormon pulalah yang membedakan jenis kelamin kita. Inilah pasukan penyampai pesan yang membuat tubuh kita bereaksi terhadap segala rangsangan yang berasal dari luar.
Hormon diproduksi oleh suatu kelenjar bantu yang disebut kelenjar endokrin, untuk kemudian diangkut melalui darah ke organ dan jaringan tempat berperannya dalam pengaturan fungsi dan kegiatan jaringan tersebut.
Hormon mengendalikan kita, karena itu kita harus mampu mengendalikan hormon agar fungsinya berjalan sewajarnya. Terutama hormon stress, jangan dibiarkan terlalu aktif karena akibatnya kita menjadi stress berat. Cara terbaik untuk mempertahankan keseimbangan hormon, adalah dengan pola makan yang sehat, tidur cukup, dan berolahraga secara teratur sesuai kebutuhan. Tetapi ada saatnya kita perlu tambahan hormon dari luar, misalnya sebagai terapi sulih hormon pada masa menopause, dengan hormon alami dari tanaman atau hormon sintetis atau saat menjalani program Keluarga Berencana (KB). Tetapi dianjurkan kita tidak mainmain dengan hormon sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya jangan cobacoba menggunakan produk yang mengandung hormon. Misalnya, yang sering digunakan pria untuk meningkatkan kemampuan seksualnya, karena ini termasuk hal yang berbahaya. Hormon tersebut bisa menjadi "kunci palsu" yang kelak mengatur tuan rumahnya, dan meninggalkan bibit penyakit kanker, dan sifat hormon itu reaksinya tidak bolak balik (irreversible). Apabila terjadi sesuatu dengan penambahan dari luar, maka ketika penambahan dihentikan, tidak serta merta gejala itu akan berhenti.

Antioksidan
 Antioksidan adalah segala bentuk substansi yang pada kadar rendah secara bermakna dapat mencegah atau memperlambat proses oksidasi (proses dimana terjadi pengurangan atau pemindahan jumlah elektron dalam reaksi kimia). Jenisjenis antioksidan yang banyak beredar di pasaran adalah vitamin C, vitamin E, Koenzim Q10, Nasetilsistein (NAC), betakaroten. Masalah oksidan (radikal bebas) dan antioksidan dewasa ini telah menjadi perhatian serius banyak kalangan.
Keadaan patologik dapat timbul akibat radikal bebas yang berlebihan. Misalnya, pada wanita yang memakai kontrasepsi hormonal (suntik, pil, susuk) sering timbul perdarahan. Perdarahan yang terjadi ternyata sebagai akibat dari timbulnya iskemia jaringan (kekurangan darah pada jaringan). Iskemia jaringan inilah yang justru melepaskan radikal bebas berlebihan sehingga menyebabkan kerusakan jaringan.
Salah satu cara penanggulangannya adalah dengan pemberian antioksidan vitamin E yang terbukti dapat melindungi selsel dari kerusakan yang ditimbulkan oleh perdarahan.

Probiotik
Probiotik membantu proses pencernaan dengan cara memecah makanan menjadi komponenkomponen individualnya seperti lemak, asam amino, karbohidrat, vitamin, dan mineral agar bisa diserap tubuh. Probiotik juga meningkatkan penyerapan mineral, mensintesis mikronutrien terutama vitamin B2, B6, B12, K, Biotin, dan Asam Folat.
Probiotik mengaktifkan sistem kekebalan umum, dan yang penting dalam berperan mencegah dan membatasi pertumbuhan bakteri patogen yang jahat seperti Salmonella, Clostridia, dan EColi. Bakteribakteri jahat ini selain menghalangi penyerapan nutrisi juga menciptakan gangguan pencernaan yang bisa berujung pada penyakit yang lebih serius. Halhal yang berpengaruh pada kestabilan flora usus di atas adalah infeksi karena bakteri, stress, pengobatan dengan antibiotik, pola makan yang jelek, kemoterapi dan radiasi, dan iklim.
Konsep suplementasi probiotik sebenarnya sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu. Namun, secara ilmiah baru diungkap pada tahun 1907 terhadap bangsa Bulgaria yang tetap sehat di usia lanjut, karena kebiasaan mereka minum yogurt setiap hari. Suplementasi probiotik adalah penerapan strategi "penyingkiran secara kompetitif". Dengan pemberian suplemen probiotik, bakteribakteri yang baik mengambil "posisi pintu masuk" sehingga menghalangi usaha bakteri patogen untuk bisa mapan dan berkembang menjadi bakteri yang predominan. Suplemen probiotik bisa diperoleh dengan 2 cara:
1.      Melalui makanan dan minuman berupa produk susu fermentasi:
2.      Melalui sediaan murni probiotik berupa tablet, kapsul, atau granula.
Beberapa fungsi suplemen adalah sebagai berikut :
a.      Memperkuat sistem imun
Sistem imun menghalau penyerang yang menginfeksi tubuh anda saat kuman (bakteri, virus, jamur) telah melewati kulit dan mukosa yang menjadi garis pertahanan pertama. Tim pertahanan ini juga melindungi tubuh dari serangan sel kanker dari dalam. Atau, akibat dari banyak faktor dalam gaya hidup kita yang merusak sistem imun, misalnya gula, lemak, minuman beralkohol, stress, dan gizi yang buruk. Untuk memperbaiki sistem imun yang menurun karena gizi yang buruk, Anda memerlukan beta karoten (prekursor vitamin A), vitamin C, vitamin E, seng, selenium, asam lemak esensial, dan nutrien lain dari kelompok vitamin B kompleks yang diperlukan tubuh (vitamin B1, B2, B6, B12), asam pantotenat dan biotin. Selain itu, Anda perlu meningkatkan fungsi imun dengan dukungan nutrisi, yaitu vitamin A, beta karoten, vitamin C, vitamin E, seng, selenium, kolostrum (imunoglobin dalam air susu ibu), echinacea, aloe Vera, astragalus, goldenseal, jamur shiitake, bawang putih, ginseng Korea, ginseng Siberia, bromelain (enzim buah nanas), dan ekstrak timus (dari sapi). Untuk melawan infeksi, Anda dapat menggunakan goldenseal, bawang putih, lidah buaya, akar licorice, dan minyak pohon teh, sedangkan untuk mengatasi infeksi virus digunakan akar licorice, lemon balm, lidah buaya, astragalus, bawang putih, dan echinacea. Untuk infeksi jamur digunakan minyak pohon teh, bawang putih, dan goldenseal. Untuk infeksi parasit dapat dipakai bawang putih, goldenseal, dan ginkgo.

b.      Menetralkan racun tubuh
Sebenarnya racun perusak tubuh tidak hanya berasal dari polusi lingkungan saja tetapi juga sampah hasil proses metabolisme tubuh yang buruk, yang justru lebih berbahaya. Dalam keadaan normal, hati dan proses detoksifikasi tubuh dapat menghilangkan sampah toksik tubuh. Untuk meningkatkan fungsi hati diperlukan antioksidan nutrisional (betakaroten, vitamin C, E, klorofil, bioflavonoid, karotenoid, glutation, dan selenium), koenzim Q10, katekin, dan milk thistle. Agar hati terlindung dari infiltrasi lemak disarankan mengurangi konsumsi lemak jenuh dan memperbanyak serat larut air di dalam makanan. Nutrien lain yang diperlukan adalah kolin, metionin, betain, asam folat, karnitin, dan vitamin B12.Untuk meningkatkan aliran empedu guna mendetoksifikasi yang melindungi hati diperlukan akar dandelion, daun artichoke, dan kunyit. Meningkatkan regenerasi hati adalah ekstrak hati, dan milk thistle. Detoksifikasi dapat pula terjadi melalui proses konyugasi (pengikatan) oleh enzim di hati untuk menetralkan racun agar mudah dibuang melalui urin. Suplementasi dengan asam amino 1sistein, sulfat anorganik, dan taurin dapat membantu proses tersebut. Sulfat anorganik banyak terdapat pada bawang putih, bawang merah, dan bawang lainnya. Selain itu, glisin digunakan sebagai penolong untuk menetralkan toksik pada banyak kasus keracunan. Lainnya adalah sayuran dari keluarga brassica (kubis, kembang kol, brokoli) yang mengandung flavonoid dan karbinol. Untuk memperbaiki kesehatan usus digunakan goldenseal, bawang putih, probiotik, prabiotik, quercetin, antioksidan (beta karoten, vitamin C, vitaminE, seng, selenium, dan enzim superoksida dismutase. Untuk menurunkan beban toksik usus diperlukan probiotik (laktobasilus), frukto oligosakarida (serat larut air yang banyak terdapat pada bawang, asparagus, pisang), dan serat diet lainnya. Menetralkan radikal bebas digunakan vitamin E, C, karotenoid (betakaroten, likopen (pigmen merah pada tomat), lutein, zeaksantin, flavonoid, enzim antioksidan (superoksida dismutase, katalase, glutation peroksidase), antioksidan tubuh (glutation, koenzim Q10, melatonin), dan anti oksidan herba (silimarin, oligomer). Untuk menetralkan racun tubuh digunakan betakaroten, vitamin C, vitamin E, dan klorofil, sedangkan toksik karsinogen diatasi dengan limonen (dari biji
jeruk, jeruk keprok, jintan), naringenin (biji anggur), dan kurkumin (kunyit).

c.       Menormalkan fungsi anti radang
Inflamasi atau radang merupakan fungsi tubuh yang penting untuk memberi sinyal atas tubuh yang sedang bermasalah di tempat itu, atau penting untuk membuang sel yang mati dan racun, melawan kuman, dan memulai proses reparasi jaringan tubuh yang rusak. Sayangnya, gaya hidup kita justru seringkali menyebabkan proses inflamasi terjadi secara berlebihan dan tidak terkendali. Akibatnya jaringan dan organ penting tubuh menjadi rusak sehingga muncul gejala
penyakit inflamatorik kronis (artritis rematoid) dan autoimun (skelosis ganda, lupus eritematosus sistemik). Untuk memadamkan reaksi inflamatorik diperlukan: vitamin C, vitamin E, kuersetin, asam lemak esensial (minyak biji rami, borage, black currant, evening primrose oil), minyak ikan (asam eikosa pentatenoat), selenium, witch hazel, kunyit, bromelain, feverfew, dan akar licorice.

d.      Mengoptimalkan fungsi metabolik
Seluruh proses tubuh tergantung pada enzim yang mengarahkan reaksi kimia agar selsel bekerja sesuai dengan fungsinya. Semakin baik berfungsi semakin kita merasa sehat dan energik. Namun bagi sebagian besar orang, system metabolisme itu tidak bekerja dengan baik, karena berbagai alasan seperti berikut:
·         Defisiensi nutrisi (malnutrisi) : Tidak adanya mikronutrien yang diperlukan fungsi enzim dengan baik, adanya toksin lingkungan yang merusak enzim, dan kelemahan genetik yang membuat enzim tidak berfungsi dengan baik. Untuk mendapatkan nutrisi yang optimal diperlukan makanan lengkap yang seimbang dengan kecukupan asupan zat gizi penting (vitamin dan mineral).
·         Pencernaan buruk (maldigesti) : Gangguan ini sangat umum terjadi di tengah masyarakat kita.
·         Penyerapan tidak baik (malabsorpsi) : Biasanya terjadi karena alergi makan atau infeksi usus.
Kondisikondisi tersebut di atas dapat diperbaiki dengan cara memperbaiki asam lambung dengan asupan seng, zat pahit (herbal bitters), suplemen asam hidroklorida (ekstraksi pankreas), amilase (ekstraksi Aspergilus orizae), Mg (sebagai kofaktor enzim), dan kromium (Cr).

e.       Menyeimbangkan sistem hormonal
Sistem hormonal atau endokrin adalah salah satu dari dua sistem pengendali utama setelah sistem saraf. Pada umumnya, sistem hormonal mengendalikan fungsi metabolisme tubuh yang berhubungan dengan tingkat produksi energi, kecepatan aktivitas enzim, dan penyerapan serta pengiriman beberapa mineral penting ke jaringan sel tubuh. Selain itu, hormon juga mengendalikan pertumbuhan, fungsi seksual, dan tekanan darah.

f.       Meningkatkan fungsi tiroid
Gangguan kelenjar tiroid yang mengendalikan kecepatan aktivitas metabolik tubuh diatasi dengan suplementasi yodium yang diperoleh dari garam dapur, sayuran dari keluarga brassica (radis, kubis, rutabags, mustard hijau, lobak), akar cassava, kedelai, kacang, pine nuts, dan millet. Kemudian juga diperlukan yodium, seng, tembaga, vitamin A, B2, B3, B6,
dan C.

g.      Mengatasi gangguan hormon steroid
Gangguan hormon steroid (berperan penting dalam tubuh untuk membentuk hormon reproduksi, estrogen dan testosteron) dapat disebabkan oleh merokok, stress, dan penuaan.
·         Testosteron : Untuk meningkatkan hormon pria ini diperlukan seng (dalam bentuk Zn picolinate) dan ginseng.
·         Estrogen : Untuk meningkatkan hormon wanita ini diperlukan fitoestrogen yang banyak terdapat pada family umbelliferae (fennel, seledri, dan peterseli), famili brassica (kubis, brokoli, dan brusel), kecambah, kedelai, kacangkacangan, gandum lengkap, apel, dan alfalfa. Fitoestrogen ini perlu dikonversi lebih dahulu menjadi senyawa estrogenik yang aktif secara biologis oleh probiotik atau bakteri usus yang bersahabat (Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidus), memerlukan probiotik, serat larut air, yang banyak terdapat dalam kacangkacangan, oatbran, pisang, dan sebagainya. Herba penyeimbangnya adalah Dong quai, alfalfa, cengkeh merah (red clover), akar licorice, black cohosh, fennel (adas), dan anise (pekak).
·         Progesteron : Untuk menormalkan kadar progesteron (pengatur siklus menstruasi) diperlukan seng, vitamin A, C, dan akar licorice.
·         Menopause : Khusus masalah menopause dapat diatasi dengan vitamin E, hesperidin, asam ferulat, dong quai, akar licorice, vitex, black cohosh, dan Ginkgo biloba.
·         PMS : Untuk mengatasi gangguan PMS (sindroma pramenstruasi), yang berguna adalah vitamin B6, Mg, dan vitex.
·         Infertilitas : Untuk mengatasi infertilitas (ketidaksuburan) wanita diberikan trace mineral (Zn, Cu, dan Se). Herba yang berguna adalah squaw vine, heloniasis, dan black haw. Pada pria, infertilitas diatasi dengan antioksidan (vitamin C, betakaroten, selenium, dan vitamin E), seng, serta vitamin B12.

h.      Memperlambat proses penuaan
Degenerasi progresif atau penuaan terjadi bersamaan dengan peningkatan usia sebagai fakta yang tak dapat dihindari. Tetapi kecepatan proses penuaan itu ternyata tidak sama untuk setiap orang. Gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan penuh toksin sangat mempercepat proses penuaan.
·         Untuk memperlambat proses degenerasi dan agar reparasi jaringan tubuh dapat lebih cepat, disarankan makan buah dan sayuran yang juga terbukti baik untuk memperbaiki pencernaan. Juga lengkapi dengan multivitamin dan mineral suplemental. Yang perlu ditambahkan adalah vitamin E, C, Se, Mg, asam lemak esensial, teh hijau, ginseng Korea, dan ginseng Siberia.
·         Untuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah jaringan parut diperlukan vitamin C, besi, alfaketoglutarat, asam amino prolin dan lisin yang dikenal sebagai bahan pembentuk jaringan kolagen. Jaringan ikat memerlukan vitamin A, B6, Cu, dan Zn. Herba penyembuh luka adalah Gotu kola. Istirahat dengan tidur yang cukup diperlukan dalam proses tubuh melakukan reparasi. Untuk membantu proses tersebut diperlukan melatonin, valerian, dan glutation.
·         Untuk memasok gizi penting ke seluruh jaringan diperlukan aliran darah yang baik.
·         Untuk mempertahankan agar arteri darah tetap terbuka diperlukan bawang putih, niasin, minyak biji kopi Arabica (mengandung kahweol), glucomannan (dari akar pohon Konjac). Baik pula dikonsumsi ekstrak daun Gymnema sylvestre yang mampu mengatasi kadar kolesterol tinggi. Demikian pula ginkgo, asam lemak omega3, glikosaminoglikan (ekstrak aorta hewan) yang semuanya berguna untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.
·         Untuk memperkuat jantung dapat digunakan koenzim Q10 dan Hawthornberry. Untuk memperbaiki aliran darah ke otak diperlukan Ginkgo, vitaminB6, B12, asam folat, serta asam lemak esensial DHA.
·         Untuk mempertahankan fungsi penglihatan (mata) adalah karotenoid (lutein, zeaxanthin), vitamin C, E, selenium, dan ginkgo.
·         Untuk mencegah kanker digunakan karotenoid, vitamin C, E, selenium(sebagai natrium selenat), serat diet, ditioltion, glikosinolat, indol,isotiosianat, flavonoid, fenol, inhibitor protease, fitosterol, senyawa allium, dan limonene. Herba yang berguna adalah jamur shiitake, bawang putih, dan teh hijau.
·         Makanan lain seperti kedelai, beberapa padipadian (terutama rye), bijibijian (terutama ramiflaxseed) mengandung senyawa lignin (matairesinol dan enterediol), dan isoflavonoid (genestein dan daidzein dari kedelai). Senyawa tersebut dikonversi oleh bakteri probiotik di usus menjadi fitoestrogen yang membantu menurunkan risiko kanker.
·         Depresi : Untuk mengatasi depresi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi St.John's Wort, dan ginkgo.
·         Disfungsi seksual : Ginkgo, yohimbin (dari kulit pohon Pausinystalia johimbe), muria puama (Ptychopelum olacoides) berkhasiat mengatasi keluhan disfungsi seksual secara alami.
·         Pembesaran kronis prostat : Untuk mengatasi gangguan prostat dapat dibantu dengan manfaat Zn, saw palmetto, asam lemak esensial, dan cernilton.
KAJIAN MENGENAI SUPLEMEN
Penelitian seputar kesehatan terus berkembang setiap saat. Dalam Survei Kesehatan dan Kesejahteraan Indonesia 2010 yang dilakukan oleh Philips dengan melibatkan 1.004 responden terungkap bahwa 49 persen penduduk rutin mengonsumsi vitamin atau suplemen. Wanita merupakan kelompok yang paling banyak mengonsumsi suplemen (52 persen), sedangkan pria hanya 45 persen.
Hasil survei juga menunjukkan, 13 persen masyarakat masih percaya pada herbal atau pengobatan tradisional untuk mencegah penyakit. Sementara itu, 14 persen responden menjawab, mereka menerapkan pola makan tertentu untuk menjaga kesehatannya.
Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ir Asih Setiarini, Msc menyatakan bahwa konsumsi suplemen dan multivitamin sesungguhnya tidak diperlukan jika tubuh mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang secara cukup. Beliau menambahkan, meskipun suplemen dan multivitamin bermanfaat untuk tubuh, mengonsumsi makanan alami bergizi seimbang akan lebih memberikan keuntungan untuk kesehatan tubuh. Jika asupan makanan sehat seimbang harian beliau mengatakan sudah cukup, tubuh tidak perlu lagi multivitamin ataupun suplemen. Sebab makanan yang kita konsumsi dari bahan alami justru bisa memberikan tambahan zat gizi lain yang bermanfaat untuk tubuh.
Guru Besar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rianto Setiabudy mengatakan bahwa penggunaan suplemen, seperti vitamin dan antioksidan, adalah gaya hidup, bukan sesuatu yang esensial.

           


C.     PENUTUP
Proses pencapaian kebugaran tidak terlepas dari pengaturan gizi, dampak perubahan gaya hidup dan peningkatan angka harapan hidup  maka konsep bugar mulai diterapkan. Konsep bugar yang dimaksud adalah kemampuan untuk hidup aktif dan sehat itu membutuhkan kualitas gizi yang baik. Kualitas gizi yang baik didapat dari asupan makanan. Konsumsi suplemen dan multivitamin sesungguhnya tidak diperlukan jika tubuh mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang secara cukup.
Sebaiknya masyarakat harus mengetahui bahwa kebugaran tidak hanya semata didapat dari suplemen saja. Namun asupan gizi yang seimbang adalah factor utama penentu kebugaran tubuh. Suplemen hanya sebagai pelengkap jika tubuh kekurangan zat gizi dari asupan makanan.




















DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Didik. Pengertian Dasar Produk Suplemen. Materi kuliah produk suplemen.



















0 komentar:

Posting Komentar