Rabu, 16 Januari 2013

Tatapan mata manusia lebih dipatuhi anjing

Para pecinta anjing sering mengira suara tuannya yang menyebabkan anjing itu menurut. Tapi faktanya, tatapan lebih berperan dalam menjadikan anjing itu menjadi penurut.

Para ilmuwan berhasil mengetahui bahwa binatang tidak hanya menuruti apa yang kita katakan. Adapun yang lebih penting adalah, bagaimana kita berkomunikasi dengan mereka.

Dilansir dari laman Daily Mail, anjing  bisa mengikuti kontak mata, sama seperti yang dilakukan anak usia 2 tahun.

Jszsef Topal dari Akademi Ilmu Pengetahuan Hungaria mengatakan bahwa hal tersebut meningkatkan bukti yang mendukung gagasan bahwa manusia dan anjing berbagi beberapa keahlian sosial.

“Cara kerja anjing menyerupai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun dalam banyak hal,” kata Topal.

Anjing melihat setiap kontak mata manusia, untuk mengembangkan apa yang dimaksud, dan kenapa manusia bicara kepada mereka. “Anjing seperti bayi, mereka sensitif untuk isyarat sinyal maksud,” ujar Topal.

Tim Topal menguji anjing dengan video percakapan dalam nada suara yang berbeda serta menggunakan level kontak mata yang berbeda.

Anjing ternyata membaca kontak mata dan memahami antusiasme, layaknya anak-anak. Anjing juga mengetahui kapan mereka bicara dan menduga apa yang kita pikirkan.

Namun, belum diketahui apakah anjing bergantung pada jalur yang sama di otak untuk memproses isyarat.

Tim ini menguji dengan dua cara. Pertama, orang itu menegur anjing sambil kontak mata, kemudian menegur dalam nada suara tinggi. Kedua, orang menyapa anjing dalam nada rendah, tapi menghindari kontak mata.

Peneliti menemukan bahwa anjing lebih suka mengikuti orang yang pertama. “Penemuan kami menngungkapkan bahwa anjing mau menerima komunikasi manusia dalam sebuah cara yang sebelumnya dihubungkan dengan bayi,” sebut Topal.

Namun, ini merupakan studi pertama untuk menggunakan teknik pelacakan mata untuk mempelajari skill sosial anjing. “Dengan mengikuti gerakan mata anjing, kita mampu melihat, bagaimana pikiran mereka secara aktual bekerja,” ujar Topal.

“Kita berpikir bahwa penggunaan teknologi pelacakan mata terbaru telah banyak memberikan potensi yang mengejutkan,” katanya. Penelitian  ini telah terpublikasi online dalam jurnal "Current Biology".


Sumber : Vivanews

0 komentar:

Posting Komentar