Tampilkan postingan dengan label Berita Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Perikanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

Impor Ikan agar Dihentikan

Impor Ikan agar Dihentikan
JAKARTA, KOMPAS - Kementerian Kelautan dan Perikanan diminta melakukan moratorium atau penghentian sementara impor ikan guna melihat titik keseimbangan kebutuhan ikan masyarakat Sejumlah indikasi penyalahgunaan impor ikan perlu ditindaklanjuti serius.

Ketua Komisi IV DPR Roma-hurmuziy di Jakarta, Senin (9/1), mengatakan, pemerintah diminta serius menangani impor ikan. "Moratorium impor ikan diperlukan untuk melihat tingkat keseimbangan kebutuhan masyarakat Dengan moratorium, harga ikan lokal akan terdorong naik karena kebutuhan meningkat Di sini bisa dilihat titik keseimbangan antara pasokan dan permintaan," ujarnya

Ia menambahkan, pihaknya akan meminta pemerintah untuk melakukan sensus produksi ikan dan garam guna memastikan data produksi secara akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. "Kalau belum ada data yang akurat, basis pengambilan keputusan salah sehingga kebijakan yang diterbitkan pasti salah," ujar Romahurmuziy.

Pendataan kacau

Secara terpisah. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam dialog pakar yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri mengakui pendataan perikanan masih kacau. Padahal, data penting sebagai dasar kebijakan. "Banyak data, termasuk data dari Badan Pusat Statistik, yang masih kurang akurat." ujarnya.

Pihaknya sedang menyusun pendataan dan pemetaan produksi industri pengolahan dan memetakan produksi perikanan tangkap, budidaya, tambak, dan sebaran produksi. Terkait dengan itu, pihaknya merekrut 8.000 penyuluh sebagai pengawas dan pendamping usaha perikanan. , (LKT)
Sumber : Kompas 11 Januari 2012,hal. 18 

Jumat, 04 Januari 2013

Menyerupai Ikan Mas, Bukan Ikan Mas, menggigit Testis nelayan Sampai tewas

ikan pacu

Menyerupai Ikan Mas, Bukan Ikan Mas, menggigit Testis nelayan Sampai tewas -Warga PapuaNugini dikagetkan dengan ikan yang hidup di sungai yang menggigit testis 2nelayan hingga tewas.Setelah dicari selama seminggu ternyata hewan tersebut adalah seekor ikan yang dikenal sebagai ikan pacu.

Seorang pemancing asalInggris,Jeremy Wade(53),mencari ikan tersebut selama seminggu di sungaiPapau Nugini.Wade mendapatkan informasi dari warga sekitar tentang tewasnya seorang nelayan muda setelah testisnya dimakan oleh seekor hewan sungai.

"Saya telah mendengar beberapa nelayan diPapuaNugini yang telah dikebiri oleh sesuatu di dalam air,"ujarWade seperti diberitakanDailymail,Kamis(29/ 12/ 2011).

Wade menceritakan,hingga kini dikabarkan telah 2orang nelayan diserang ikan itu hingga berdarah dan tewas.Wade menangkap ikan ini di sebuah sungai dan ikan ini seperti ikan mas besar yang memiliki otot.Saat ditangkap,ikan itu memiliki mulut seperti manusia dan memiliki gigi geraham.

"Mereka memiliki gigi geraham seperti manusia dan memiliki otot rahang yang kuat.Mereka bertubuh padat seperti ikan mas, dengan otot yang kuat,"jelasnya.

Ikan pacu biasanya ditemukan di Amazon,Brazil.Ikan ini menggunakan gigi mereka untuk memecahkan kacang-kacangan dan biji-bijian.Ikan ini diperkenalkan ke PapuaNugini 15tahun yang lalu.

Wade menggambarkan sungai di Papua Nugini yang disusurinya sebagai daerah yang panas dan kotor.Warga sekitar sering masuk ke sungai bersama anak2 mereka untuk mencuci."Mereka sangat jelas khawatir tentang sesuatu yang berada di dalam air,"ujarnya.

Sumber: Detiknews.com

Ketua Kadin: Impor saja tenaga ahli kelautan, perikanan dan budidaya ikan

Ketua Kadin: Impor saja tenaga ahli kelautan, perikanan dan budidaya ikan - Ketua UmumKamar Dagang dan Industri Indonesia SuryoBambang Sulisto menyebutkan,kondisi sektor kelautan dan perikanan belum mendapatkan perhatian yang layak, padahal Indonesia mepunyai potensi yang luar biasa.Untuk itu, demi mengembangkan sektor ini,sejumlah hal perlu dilakukan,salah satunya impor tenaga ahli kelautan dan perikanan, termasuk ahli budidaya ikan laut.

”Menurut hemat saya,suatu situasi yang sangat ironis yang terjadi di negara kita ini,negara kelautan, negara maritim, namun sektor ini belum pernah mendapatkan posisi yang layak.Belum pernah mendapatkan suatu dukungan yang seharusnya,”ucapSuryo dalam diskusi kelautan dan perikanan di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta,Kamis(5 / 1 / 2012).

Padahal menurutnya, potensi perikanan Indonesia luar biasa.Sektor ini,kata dia, juga dapat memberikan dampak yang sangat luas kepada masyarakat,salah satunya memberikan lapangan pekerjaan yang sangat banyak.Oleh karena itu,dia berharap sejumlah perubahan harus dilakukan.

Suryo mengatakan, impor tenaga ahli di bidang kelautan dan perikanan kalau perlu dilakukan sekalipun Indonesia sendiri sudah punya tenaga ahli.”Impor saja tenaga ahlinya, kita pekerjakan dan membantu di sini,misalnya dalam pembangunan kapal-kapal perikanan,cara-cara menangkap ikan yang lebih modern,lalu mengenai budidaya perikanan di laut.Itu kan bisa dengan mendatangkan ahlinya,kita bisa belilah,”tambahSuryo.

Selain itu,perubahan di sektor ini bisa juga terjadi jika ada kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung.Misalnya saja dalam fiskal,kata dia,kebijakan pajak dan bea masuk yang mendukung.Suryo menyebutkan,kalau perlu,ada bebas bea masuk untuk peralatan yang ada kaitannya dengan sektor kelautan dan perikanan.”Kalau perlu(bea masuk),dinolkan(nol persen)di dalam kita mengembangkan industri perikanan,industri perkapalan,industri yang berkaitan dengan sektor kelautan kita,”sebutnya.

Sementara itu,di sisi moneter,dia berharap suku bunga kredit perbankan bisa turun seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kini mencapai 6% dan inflasi yang rendah(3,79 persen).Ia berharap suku bunga perbankan bisa di angka satu digit,yakni 8 persen.Jika hal-hal ini dilakukan, dia pun yakin di dalam sisa pemerintahan sekarang ini ekspor perikanan bisa naik 100 % dari ekspor perikanan yang sekarang.”Kadin mendorong agar potensi kekayanan alam perikanan ini dimanfaatkan oleh sebanyak-banyaknya pengusaha lokal dan masyarakat kita,”tegasSuryo.

Sumber: Kompas.com