Tampilkan postingan dengan label satwa ikan (fish wildlife). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satwa ikan (fish wildlife). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

Ditemukan Ikan Tak Berwajah



SKOTLANDIA — Inilah 1 dari 15 spesies ikan paling aneh yang ditemukan pada tahun 2011, ikan purba yang tak memiliki wajah. Tim peneliti asal Inggris Raya menemukannya di Pulau Orkney, Skotlandia. Tak cuma minus wajah, ikan yang ditemukan juga tidak memiliki otak dan sirip.

Panjang ikan tersebut cuma sekitar 5 sentimeter serta memiliki tubuh yang transparan. Karena minim sirip, ikan ini juga tak jago dalam berenang. Pergerakannya hanya didukung oleh susunan saraf pada bagian punggungnya. Berita tersebut dilansir International Business Times, Sabtu (31/12/2011).

"Di zaman di mana dunia telah dipetakan dan direkam, sangat mengagumkan mengetahui ada banyak spesies menanti untuk ditemukan di bawah ombak lautan," kata Richard Lockhead, Environment Secretary Skotlandia.

"Perairan Skotlandia kaya akan biodiversitas dan tanggung jawab kita untuk menjaga lingkungan rapuh ini. Karena itu kami melakukan survei laut dengan survei baru yang direncanakan pada tahun 2012 untuk mengetahui apa saja yang ada di laut Skotlandia," kata Lockhead.

Selain ikan tak berwajah itu, ditemukan pula remis raksasa, remis kuda dan remis kipas. Remis adalah sejenis kerang-kerangan yag hidup di dasar perairan dan memiliki cangkang kuat.

Remis raksasa memiliki cangkang kuat dengan ukuran sekitar 45 sentimeter dan bisa hidup selama 20 tahun. Sementara remis kipas selain memiliki bentuk serupa kipas juga punya tanduk dan filamen berwarna emas seperti rambut manusia. Ukurannya sekitar 40 sentimeter. Remis kuda bisa bertahan hidup selama 50 tahun.


Ilmuwan Australia Menemukan Hiu Blasteran




MELBOURNE - Para ilmuwan biologi kelautan berhasil menemukan hiu campuran di perairan Australia. Penemuan ini mengindikasikan bahwa demi bertahan hidup, hewan-hewan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Mereka telah bertemu 57 hewan di garis pantai sepanjang 2000 kilometer, antara Queensland sampai New South Wales. Ilmuwan-ilmuwan tersebut percaya, hiu tersebut merupakan hasil persilangan antara hiu sirip hitam biasa (Carcharhinus limbatus) dengan hiu sirip hitam Australia (Carcharhinus tilstoni).

Diwartakan The Hindu, Rabu (4/1/2012), perkembangbiakkan silang antar dua spesies menunjukkan bahwa hewan beradaptasi terhadap perubahan iklim, dan hibridisasi bisa membuat ikan menjadi lebih kuat.

"Hibridisasi dapat membuat hiu beradaptasi pada perubahan lingkungan, mengingat hiu sirip hitam Australia yang berukuran lebih kecil menyukai perairan tropis di utara, sedangkan hiu sirip hitam biasa lebih banyak tinggal di perairan sub-tropis sepanjang garis pantai tenggara Australia," kata Jennifer Ovenden dari Queensland Department of Primary Industries and Fisheries.

"Hasil kawin campur alami biasanya sulit ditemukan, karena itu untuk mendeteksi mereka dan keturunannya sangat sulit. Menemukan 57 ekor hewan campuran di garis pantai sepanjang 2000 kilometer, buklanlah hal yang pernah terjadi sebelumnya," tandasnya.