Tampilkan postingan dengan label kemitraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemitraan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

Mematut Laba dari Gerai Busana

Sebagai kebutuhan primer, bisnis baju atau pakaian tak ada matinya. Terbukti, permintaan akan sandang tak pernah surut  Ragam pakaian pun makin modis dan trendi. Maklum, fungsi pakaian kini telah berkembang jauh. Selain sebagai penutup aurat, pakaian juga menjadi simbol status dan kedudukan sosial seseorang.

Tren seperti itu tentu membuat bisnis seputar busana kian menjanjikan. Makanya,, banyak pebisnis menangkap peluang besar ini. Bahkan, banyak yang menawarkan kemitraan atau waralaba untuk mengembangkan usaha. Salah satu yang menawarkan waralaba ini adalah 761 Gudarig Busana di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Perusahaan yang memiliki gerai di Tomang, Jakarta Barat ini mulai menawarkan waralaba pada Mei 2011. Saat ini, sudah ada tiga calon mitra yang berminat membeli waralaba 761 Gudang Busana. Tiga calon mitra itu berasal dari Manado, Pekanbaru, dan Jawa Tengah. "Sekarang lagi penjajakan dan survei, 60% mereka sudah pasti membeli waralaba kami," kata Jenny, pemilik 761 Gudang Busana

Selain tiga calon mitra itu, ia menargetkan bisa menggandeng lima mitra lain tahun ini. Targetnya, akhir tahun ini bisa memiliki delapan mitra. Bagi Anda yang tertarik menjadi mitra, Jenny menawarkan tiga paket investasi. Yakni, paket Rp 30 juta, Rp 60 juta, dan Rp 100 juta.

Selain berhak menggunakan merek toko 761 Gudang Busa-. na, mitra yang mengambil paket Rp 30 juta akan mendapatkan 200 potong pakaian. Sementara yang mengambil paket Rp 60 juta mendapat sekitar 400 potong, dan yang mengambil paket Rp 100 jutamembawa pulang sekitar 700 potong pakaian.

Jenis pakaiannya bervariasi karena memang membidik semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik perempuan maupun laki-laki. Harganya berkisar mulai dari Rp 15.000-Rp 300.000 per potong. Hitungan Jenny, mitra bisa meraup omzet Rp 15 juta-Rp 60 juta per lm Imm "Tergantung paket investasi yang dipilili mitra," katanya.

Tapi, Jenny menjanjikan semua paket bisa balik modal sekitar setahun, dengan asumsi bisa menjual 200 sampai 400 potong pakaian per minggu. Setiap bulan, Jenny menarik biaya royalty fee sekitar 7,5% dari omzet Kendati begitu, mitra masih bisa membawa pulang laba bersih sekitar 25% dari omzet.

Perlu modal besar

Menurut Jenny, mitra tak perlu khawatir bila pakaiannya tidak habis terjual. Mitra dapat mengembalikan lagi barang yang tidak laku. "Mitra tidak perlu takut barang yang sudah dipesan tidak lancar penjualannya," klaimnya. Jenny juga mempersilakan mitra-nya untuk menjual aksesori lain di toko mereka asalkan bukan baju.

Bye Widjajanto, pengamat waralaba dari Ben WarG Consulting, mengatakan, bisnis ritel fesyen memang cukup menjanjikan, baik waralaba maupun non waralaba. Kendati demikian, bisnis fesyen membutuhkan modal besar agar bisa terus eksis dan bersaing dengan kompetitor. "Agak riskan jika nilai investa-si membuka toko fesyen ritel dengan modal Rp 30 juta dan , Rp 60 juta," tegasnya. Ia menyarankan, toko fesyen yang belum memiliki brand harus memiliki stok barang yang melimpah, sehingga menarik minat pelanggan untuk datang.

761 Gudang Busana, Kelapa Lilin 2 NG 5/1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Telp 021-45840643

Jumat, 04 Januari 2013

Mereguk Segarnya Laba Susu Kedelai

Seperti halnya susu sapi, produk susu kacang kedelai juga banyak penggemarnya Selain memiliki rasa yang enak, jumlah kandungan vitamin dan nutrisi susu kedelai setara susu sapi. Berbekal pengetahuan mengenai kelebihan susu kedelai itulah, Singgih Prayogo pada tahun 2007 lalu mendirikan Warung Susu Dele Tidar di Suarabaya, Jawa Timur. Kini setelah empat tahun berjalan, usahanya mengembang. Ia sudah memiliki lima cabang di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Melihat ada celah pasar, sejak akhir tahun lalu, Singgih menawarkan waralaba agar usahanya semakin mekar. Apalagi, "Sejak tahun 2010, merek Dele Tidar telah memiliki hak paten, ujarnya. Produk utama yang ditawarkan Dele Tidar ialah susu kedelai dengan tujuh variasi rasa. Mulai dari rasa tawar, cokelat, moka, hingga aroma jahe. Singgih juga menawarkan produk turunan susu kedelai seperti makanan ringan. "Misalnya roti atau biskuit yang dibahan-bahannya juga mengandung kacang kedelai," imbuhnya

Singgih mengemas dan menjual susu kedelai dalam kemasan botol 300 mililiter (ml) dan 600 ml. Katanya, hampir seluruh gerai miliknya mampu menjual 60 botol susu kedelai dengan omzet sekitar Rp 1 juta per hari.

Tiga paket investasi

Bagi calon mitra yang tertarik dengan usaha susu berba-han baku kacang kedelai ini, Warung Susu Dele Tidar me nawarkan tiga paket invesasi. Masing-masing sebesar Rp 8 juta-Rp 12 juta, Rp 30 juta, dan yang terbesar Rp 80 juta. "Besaran investasi tersebut termasuk jasa pelatihan dan promosi, tapi di luar biaya sewa gedung," imbuhnya

Singgih bilang, paket investasi senilai Rp 8 juta hingga Rp 12 juta memiliki sasaran pasar pada kelas menengah ke bawah. Fasilitas yang diberikan berupa gerobak, peralatan penyajian, serta bahan baku susu sebanyak 50 liter. Khusus paket investasi Rp 12 juta akan diberikan peralatan tambahan berupa peralatan dapur dan alat memasak.

Paket Rp 30 juta dan Rp 80 juta khusus menyasar investor yang ingin memasarkan untuk target pasar kelas menengah ke atas. "Mereka akan memperoleh meja, dan gerai akan didesain layaknya kafe-kafe," ujarnya.

Dia bilang, untuk paket investasi Rp 80 juta akan diberikan pula bahan baku susu kedelai 200 liter. Pada paket ini, hitungan Singgih, proyeksi omzet yang bisa diperoleh bisa berkisar Rp 2 juta per hari dengan balik modal 1 tahun-1,5 tahun.

Singgih yakin, tiga paket waralaba Warung Susu Dele Tidar tersebut bakal memperoleh banyak mitra. Ia mengaku, sejauh ini mengaku sudah mengantongi enam mitra potensial. "Pangsa pasar kami berbeda dengan pedagang asongan dan minimarket," ungkap dia.

Khoerussalim Ikhsan, konsultan wirausaha menilai, tawaran waralaba dari Warung Dele Tidar cukup menarik. Namun, calon mitra yang ber-minat bergabung harus pintar-pintar memilih lokasi strategis. "Lebih baik di pusat perbelanjaan yang ramai atau ruko pinggir jalan," kata dia menyarankan.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh franchisor ialah bagaimana menjaga kualitassusu kedelai tersebut. "Kualitas pengemasan harus bagus agar susu tetap segar," imbuh Ikhsan. Warung Susu Dele Tidar Jl Tidar No 151 Surabaya 60252 Tip (031) 534-0556