Tampilkan postingan dengan label burung endemik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label burung endemik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Januari 2013

Burung Unta



Burung unta merupakan burung terbesar yang masih hidup. Dengan ketinggian hingga 2,5 meter (8 kaki), ia cukup besar untuk seseorang dewasa berbadan kecil menunggang mereka dan telah digunakan di sebagian Afrika Utara dan Arab sebagai hewan tunggangan perlombaan. Burung ini tidak dapat terbang dan termasuk dalam kumpulan primitif yang kurang dikenal, yaitu ratit (Palaeognaths). Nama ilmiahnya Struthio camelus.

Burung unta berasal dari sabana dan bagian gurun Afrika di utara dan selatan zona hutan khatulistiwa. Spesies yang terdapat di Timur Tengah, yakni S. c. syriacus, telah lenyap.Burung unta dipelihara sebagai sumber daging di kawasan sejuk seperti Swedia. Rasa dagingnya seperti daging tak berlemak.
Menurut kepercayaan rakyat, burung unta terkenal karena menyembunyikan kepala mereka di dalam tanah saat berhadapan dengan bahaya. Perilaku ini tidak pernah dicatat atau dilihat, walaupun burung unta diketahui merendahkan kepala dan leher mereka ke tanah untuk melindungkan diri bila predator mendekat. 
Apabila terancam, burung unta mampu membuat predatornya luka parah dengan tendangan dari kaki mereka yang kuat itu. Anggota lain kelompok Palaeognaths termasuk burung rea, emu, kasuari serta burung terbesar yang diketahui tetapi sekarang lenyap, Aepyornis. Burung unta adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu. Bulu mereka tidak berfungsi sebagai kerajang udara, tetapi pernah populer sebagai hiasan topi wanita dan sebagainya. Paruhnya tidak bergigi dan lancip. Burung unta mempunyai leher yang panjang dan mampu berlari hingga 65 km/jam. 
Burung unta terkenal dengan sarang masyarakat, di mana beberapa ekor burung betina akan bertelur dalam satu sarang, untuk dierami oleh betina pada waktu siang dan jantan pada waktu malam. Telur burung unta adalah telur terbesar.

Selasa, 15 Januari 2013

Mambruk Ubiaat


Mambruk Ubiaat dalam nama ilmiahnya Goura cristata, juga dikenal dengan nama Mambruk Barat, Mambruk Biasa atau Mambruk Mahkota Biru, Goura cristata, adalah salah satu spesies burung Mambruk atau Dara Mahkota yang merupakan kerabat merpati.Burung berwarna biru keabu-abuan ini berukuran cukup besar dengan ciri khas mahkota seperti renda di atas kepalanya serta bulu gelap di sekitar matanya. Baik jantan maupun betina memiliki ukuran dan bentuk yang sama, akan tetapi jantan biasanya berukuran lebih besar. Ukuran rata-ratanya adalah panjang 70 cm (28 inci) dan berat 2.100 grams (4,6 lbs).

Burung ini berkerabat dekat dengan Mambruk Victoria dan Mambruk Selatan, semuanya adalah jenis yang terbesar sekaligus yang tercantik dalam keluarga merpati (Columbidae). Mambruk Ubiaat adalah hewan endemik Papua Indonesia, karena hanya ditemukan di hutan hujan dataran rendah di bagian barat Pulau Papua di wilayah Indonesia; jenis lain Mambruk menghuni bagian lain dari pulau ini. Makanan utama burung ini adalah buah dan biji-bijian.
Penduduk asli Papua memburu burung ini diburu untuk dimakan dan mendapatkan bulunya yang indah dan berwarna biru. Akibat kehilangan habitat, sebarannya yang terbatas dan perburuan, Mambruk Ubiaat dikategorikan sebagai spesies rentan dalam Daftar Merah IUCN untuk spesies terancam. Hewan ini didaftarkan dalam apendiks II CITES.

Senin, 14 Januari 2013

Julang Sumba


Julang Sumba atau dalam nama ilmiahnya Aceros everetti adalah sejenis burung berukuran besar, dengan panjang lebih kurang 70cm, dari suku Bucerotidae. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam dan paruh berwarna kekuningan. Burung jantan dan betina mudah dibedakan. Kepala dan leher burung jantan berwarna merah, sedang burung betina memiliki kepala dan leher berwarna hitam.

Endemik Indonesia, Julang Sumba hanya terdapat di hutan primer dan sekunder daerah Sumba, Nusa Tenggara Barat. Spesies ini ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 950 meter.
Julang Sumba adalah monogami spesies. Pakannya terdiri dari buah-buahan. Burung ini dapat ditemukan sendiri atau berkelompok hingga 15 ekor.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Julang Sumba dievaluasikan sebagai Rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Ciung Mungkal




Burung cacing berukuran besar (28 cm), biru mengilap dan hitam. Burung jantan dahi dan mahkota biru pucat; penutup sayap tengah dan bercak sayap biru keabuan; bulu ekor tengah biru, yang lain dengan daun luarnya kebiruan; bulu ekor luar hitam; bulu lainnya hitam mengilap. Burung betina dengan muka kuning tua. Iris coklat tua; paruh hitam; kaki hitam.

Deskripsi Suara
Siulan "siiiit" yang tenang, lemah, bernada tinggi; "sip" pendek sewaktu terbang.
Kebiasaan
Hidup di pepohonan sepenuhnya, mencari makan (buah-buahan) di tajuk.
Nama Inggris:Sumatran Cochoa
Nama Indonesia:Ciung-mungkal sumatera
Ketinggian:1200 - 1600 m
Daerah Sebaran:Sumatera;
Endemik:Sumatera; (endemik Indonesia);
Status IUCN:VU
Jenis Dilindungi:Tidak
Burung Sebaran Terbatas:Ya
Penyebaran Global:
Endemik di Sumatera.
Penyebaran lokal:
Jarang; diketahui dari empat ekor, semua jantan, yang dikoleksi di G. Singgalang dan Kerinci dari 1.200-1.600 m, dan beberapa pengamatan baru-baru ini dari G. Kerinci.
Habitat:
Hutan
Informasi lainnya:
Beberapa pakar memperlakukannya sebagai sejenis dengan Ciung-mungkal jawa, tetapi cukup berbeda karena warnanya lebih terang dan ukuran tubuhnya lebih besar.

Tokhtor Sumatera


Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) adalah burung endemik Sumatera termasuk dalam 18 burung paling langka di Indonesia. Burung Tokhtor Sumatera didaftar sebagai satwa Kritis yakni status konservasi dengan keterancaman paling tinggi. Diduga populasinya tidak mencapai 300 ekor. Burung Tokhtor Sumatera pernah dianggap punah karena sejak terdiskripsikan pada 1916 tidak pernah dijumpai lagi, baru pada November 1997 seekor Tokhtor Sumatera berhasil difoto untuk pertama kalinya oleh Andjar Rafiastanto. Photo selanjutnya terjadi pada tahun 2006, perangkap kamera survei untuk harimau dekat dengan Taman Nasional Kerinci Seblat mengambil gambar Tokhtor Sumatera,

Burung ini merupakan satu dari tiga spesies Tokhtor yang ada di dunia selain Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) yang endemik Kalimantan dan Coral-billed Ground-cuckoo (Carpococcyx renauldi) yang terdapat di Thailand dan Vietnam. Dulunya, Tokhtor Sumatera dan Tokhtor Kalimantan dianggap satu spesies yang dinamai Tokhtor Sunda.

Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung penghuni permukaan tanah dengan ukuran tubuh yang besar mencapai 60 cm. Kaki dan paruh berwarna hijau. Mahkota hitam, sedangkan mantel, bagian atas, leher samping, penutup sayap dan penutup sayap tengah berwarna hijau pudar. Bagian bawah tubuh berwarna coklat dengan palang coklat kehijauan luas. Sayap dan ekor hitam kehijauan mengilap. Tenggorokan bawah dan dada bawah hijau pudar, bagian bawah sisanya bungalan kayu manis, sisi tubuh kemerahan. Kulit sekitar mata berwarna hijau, lila dan biru.
                                                       ( inilah wajah tokhtor kalimantan)
Burung Tokhtor Sumatera hidup di permukaan tanah dan memakan vertebrata kecil dan invertebrata besar. Burung endemik Sumatera yang sangat langka dan terancam punah ini termasuk binatang pemalu.

Gosong Maluku



Gosong Maluku yang dalam nama ilmiahnya Eulipoa wallacei adalah sejenis burung gosong berukuran kecil, dengan panjang sekitar 31cm, dan merupakan satu-satunya spesies di dalam genus tunggal Eulipoa.

Burung Gosong Maluku memiliki bulu berwarna coklat zaitun, kulit sekitar muka berwarna merah muda, iris mata coklat, tungkai kaki gelap, paruh kuning keabu-abuan, bulu sisi bawah abu-abu biru gelap dan tungging berwarna putih. Di punggungnya terdapat motif berbentuk palang dan penutup sayap yang berwarna merah gelap berujung abu-abu. Anak burung berwarna coklat dengan kaki dan paruh berwarna hitam.
Populasi hewan endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan perbukitan dan hutan pegunungan di kepulauan Maluku dan pulau Misool di Papua Barat. Gosong Maluku adalah satu-satunya burung gosong yang diketahui bertelur pada malam hari. Sarang burung Gosong Maluku biasanya terdapat di daerah pasir yang terbuka, daerah sekitar pantai gunung berapi dan daerah-daerah yang hangat dari panas bumi.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, keamanan yang tidak stabil di Maluku yang menghambat usaha perlindungan spesies serta populasi yang terus menyusut dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas,

Kamis, 10 Januari 2013

Merak Kongo


Merak Kongo atau dalam nama ilmiahnya Afropavo congensis adalah salah satu burung dari tiga spesies merak. Spesies ini merupakan satu-satunya burung di marga Afropavo dan merak yang terdapat di Afrika. Penampilannya menyerupai burung merak Pavo dari Asia yang masih muda. Burung jantan dewasa berukuran besar, dengan panjang mencapai 70 cm, dan memiliki bulu berwarna biru gelap dihiasi warna hijau dan ungu mengilap. Kulit lehernya berwarna merah dan di atas kepalanya terdapat jambul tegak berwarna putih. Burung betina berwarna coklat, dengan bulu-bulu sayap dan di belakang tubuhnya berwarna hijau mengilap. Di kepalanya terdapat jambul berwarna coklat.

Burung ini endemik di Republik Demokratik Kongo, populasi Merak Kongo hanya ditemukan di hutan dataran rendah di negara Afrika ini. Pakan burung merak Kongo terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil.
Merak Kongo pertama ditemukan sebagai spesies baru ke dunia pengetahuan pada tahun 1936 oleh Dr. James Chapin, berdasarkan dari dua ekor spesimen di Museum Kongo di Belgia.
Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas mengancam populasi burung merak Kongo. Spesies ini dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List.