Tampilkan postingan dengan label Perkebunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkebunan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

Ide Bisnis | Bisnis Di Masa Pensiun

Masa pensiun adalah masa yang amat membahagiakan, bagi sebagian karyawan. Karena di masa ini, Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak lagi untuk berbagai aktivitas yang selama ini tidak bisa Anda lakukan. Anda akan memiliki banyak waktu luang untuk keluarga, dan juga untuk berbagai kegiatan produktif. Seperti menjalankan hoby yang selama ini Anda tinggalkan.
Rata – rata seorang pensiunan di Indonesia menghadapi tiga hal secara bersamaan, menurut Adi Waluyo dan Sukatna Panca. M, kesulitan financial, post power syndrome, dan menurunnya kesehatan secara dratis.
Pada masa sibuk dan aktif bekerja, tidak akan terpikirkan, persiapan yang perlu dipersiapkan jika pensiun, baik dari segi mental maupun financial. Menjadi trendsetter saat ini, perusahaan atau instansi pemerintah memberikan pelatihan atau training entrepreneur karyawannya sebelum pensiun. Ini merupakan terobosan yang bagus, tetapi akankah semudah itu mengubah minset seseorang, dari mental karyawan menjadi mental entrepreneur.


Banyak karyawan begitu memasuki masa pensiun bingung menentukan aktivitas apa  yang sesuai untuk mereka setelah pensiun? Cara yang paling baik dan menghasilkan adalah berbisnis. Bisnis seperti apa yang cocok dijalankan oleh seorang pensiunan? Tentunya pilihan terletak pada bisnis yang tidak beresiko tinggi  agar masa tua pensiunan tidak berfikir terlalu keras atau bahkan membuat Anda spot jantung. Lebih baik lagi jika, menjalankan bisnis tersebut berdasarkan hoby Anda.
Peluang bisnis yang cocok dijalankan di masa pensiun adalah yang meliputi sektor pertanian atau perkebunan, peternakan, pariwisata atau bisnis yang bersifat investasi seperti bisnis property atau jasa persewaan.
Kita dapat mengambil contoh, untuk berbisnis dalam sektor perkebunan, pertanian dan peternakan. Sebagian besar bidang ini disenangi oleh para pensiunan, mengingat kebutuhan sektor ini sangat besar sekali, sedangkan produsen yang menyerapnya belum maksimal. Untuk sektor pariwisata perlu ditinjau kembali mengingat ketergantungan potensi wisata yang ada di daerah Anda. Misalnya saja, untuk sarana pendukung pariwisata seperti hotel/ guest house, sarana transportasi (rental mobil, motor, sepeda atau bus), dll. Berikut kami berikan contoh usaha yang lain di masa pensiun:
  1. Beternak Perkutut
  2. Beternak Ayam Kampung
  3. Beternak Lele
  4. Jasa Antar Jemput Anak Sekolah
  5. Penitipan Kendaraan Bermotor
  6. Pusat Info Kost dan Rumah Kontrakan
  7. Tempat Kost
  8. Tanaman Hias
  9. Ikan Hias
Namun, apabila Anda ingin bisnis yang dapat dijalankan dengan santai dari rumah saja, maka bisnis dibidang properti adalah pilihan cocok untuk Anda. Mengingat properti merupakan salah satu dari kebutuhan yang banyak orang perlukan (papan). Seperti halnya rumah kontrakan, pastinya sebelum Anda pensiun tentu saja memikirkan rencana masa tua Anda dengan berinvestasi ke properti. Investasi properti tidak ada ruginya, karena nilai jualnya selalu meningkat setiap tahun. Atau berbisnis kost-kostan dirumah atau lahan kosong yang Anda miliki juga sangat berpeluang, apalagi lokasinya di daerah kampus dan perkantoran pasti akan banyak yang membutuhkannya. Untuk bisnis jasa persewaan, ada banyak alternatif. Seperti persewaan mobil, sewa tanaman sebagai pendukung dekorasi pada suatu acara tertentu, sewa peralatan makan untuk acara pernikahan dan lain sebagainya.
Sekarang bagi Anda para pensiun atau calon pensiun, tinggal memilih ingin diisi kegiatan apa di masa pensiun Anda? Menikmati pensiun saja, atau tetap berkarya dengan berbisnis. Semoga wacana di atas dapat menginspirasi Anda. Salam sukses.
diolah dari berbagai sumber


Sumber : caracaraneh.blogspot.com/search/label

Sabtu, 05 Januari 2013

Melirik Potensi Ampas Tebu Sebagai Bahan Pakan

Oleh : ICHSAN KURNIAWAN


Tebu merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis yang baik dalam pengembangannya. Di kabupaten Agam, Sumatera Barat sendiri, beberapa daerah dikenal produktif sebagai sentra dalam budidaya tebu. Sebut saja Lawang Kecamatan Matua, Bukik Batabuah Kecamatan Canduang, Sungai Landia Kecamatan IV Koto dan beberapa wilayah lain. Walaupun khusus kabupaten kita lebih cenderung pada produk hasilan berupa saka (gula merah), prospek pengembangannya justru makin terbuka lebar.
Bahkan baru-baru ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Agam membuka kesempatan khusus untuk pengembangan komoditi tebu ini. Pihak Dishutbun mengharapkan adanya penambahan luas tanaman tebu menjadi setidaknya + 30.000 Ha  untuk beberapa waktu ke depan menimbang komoditi ini memiliki nilai ekonomis yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian daerah khususnya daerah sentra. Bahkan tak tanggung-tanggung, rencana pembangunan pabrik pengolah yang menampung hasil dari luasan yang ditargetkan menjadi muara dari rencana ini.
Namun diluar daripada itu, beberapa alternatif lain yang membuka prospek cerah bagi petani tebu dan membuat pembudidayaan tebu semakin bergairah yakni selain memasarkan dalam bentuk produk olahan gula merah, tebu dalam bentuk batangan pun saat ini mempunyai pasar tersendiri yang membuat pemenuhan pemintaannya malah semakin kewalahan akibat keterbatasan luasan lahan.
Pada beberapa wilayah sentra atau pengembang komoditi tebu dengan tingkat populasi ternak yang tinggi, selain meraup rupiah dari beragam hasil tebu termausk olahan seperti gula merah (saka), ampas tebu sendiri bisa dimanfaatkan menjadi banyak hal berguna, bahkan bernilai ekonomis. Selain sebagai sumber energi bahan bakar, ampas dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Dan bila skala besar, hal ini juga bahkan membuka satu lagi peluang bisnis dari komoditi tebu yakni pakan ternak seperti halnya kompos.  
Di daerah-daerah sentra budidaya tebu dan pabrik gula, ratusan kilo bahkan tontan ampas hanya menjadi sampah yang jarang dimanfaatkan. Begitu juga di daerah kita. Walaupun produk olahan yang dihasilkan sedikit berbeda, namun sampah dari olahan tersebut tetap sama.
Saat ini belum banyak peternak menggunakan ampas tebu sebagai bahan pakan, hal ini mungkin karena ampas tebu memiliki serat kasar dengan lignin yang dikandung tergolong sangat tinggi yakni sekitar 19 – 20 % dengan kadar protein kasar rendah sekitar 26 - 28%. Akan tetapi limbah ini sangat berpotensi sebagai bahan pakan ternak. Melalui fermentasi menggunakan probiotik (mikroba), kualitas dan tingkat kecernaan ampas tebu akan diperbaiki sehingga dapat digunakan. Tahapan fermentasi ampas tebu sama dengan fermentasi jerami. Namun penambahan beberapa bahan untuk melengkapi kebutuhan mineral yang dibutuhkan dalam bahan pakan tersebut perlu dilakukan.
Ampas tebu sendiri mengandung beberapa bahan pokok antara lain air, gula, serat dan mikroba. Berdasarkan bahan kering, ampas sendiri terdiri dari 47 % karbon, 6,5 % hidrogen, 44 % oksigen dan abu dengan tingkat potensi yang cukup baik sehingga saat ini banyak diteliti dalam rangka mencari sumber energi alternatif.
Dalam pemanfaatannya sebagai bahan pembuat pakan ternak, sumber bahan pokok di atas berperan penting sehingga mempunyai peran dalam memberikan asupan nutrisi terhadap ternak. Potensi ampas tebu ini cukup tinggi menimbang tebu sendiri mengandung gula yang merupakan sumber nutrisi yang baik. Untuk skala sederhana, bahan dan dosis yang perlu dicampurkan dalam fermentasi ampas tebu ini antara lain untuk 1 ton ampas tebu diperlukan 1 kg mikroba/ starbio, 1 kg pupuk urea serta masing-masing 200 gr untuk pupuk TSP dan ZA. Penambahan bahan-bahan tersebut mempunyai peran tersendiri dalam pembuatan pakan ternak menggunakan ampas tebu. Mikroba/ starbio sudah barang tentu diberdayakan untuk mengurai lignin dan selulosa serat kasar sehingga memiliki tingkat kecernaan yang memenuhi syarat untuk ternak. Sementara urea sendiri diperlukan untuk meningkatkan kadar  protein ampas tebu dan sumber nitrogen yang berperan menstimulir aktivitas mikroba dalam proses penguraian. Dan untuk pupuk TSP tetap sebagai sumber phosphor serta ZA sebagai sumber sulfurnya.